Minggu, 04 Maret 2012

Cerpen " Selembar Uang"



Night World!
Posting pertama di tahun 2012. Mudah-mudahan bermanfaat J

“ SELEMBAR UANG “

          Langkah demi langkah ku jalani tanpa ada pikiran sedikitpun menuju sekolah. ku berjalan dibawah hangatnya sinar mentari yang menghangatkanku. Karena memang jarak antara rumah dan sekolahku tidak begitu jauh. Dan setelah ku pikir pikir kembali, ternyata jalan kaki itu selain hemat juga menyehatkan kakiku. Sambil tersenyum, ku sapa setiap orang yang bertemu denganku. Begitu halnya dengan Bu Warni si pemilik toko di samping sekolahku, yang rutin setiap paginya ku sapa.
            pagi bu! Jsapaku
pagi nak!terlihat sebercik cahaya mentari yang menyinari matanya begitu indah.
            Bu Warni adalah janda berkepala empat yang hidup sebatangkara karena ditinggal suaminya meninggal tanpa dibuahi anak satupun. Hanya toko itulah satu-satunya peninggalan suami bu Warni yang membuat ia semangat untuk tetap tersenyum. Aku merasa kagum kepadanya. Dia adalah sosok wanita yang sangat tegar. Karena, tak sedikit pun kesedihan yang terpancar dari raut wajahnya. Kesedihan yang begitu mendalam, seakan akan ia tutupi dengan sejuta senyuman.
            permisi ya bu?kataku kemudian
            oh iya nak, silahkan!jawabnya.
            Aku pun tersenyum dan melanjutkan langkahku menuju sekolah. Saat asyik berjalan tak jauh dari toko bu Warni, tiba-tiba langkahku terhenti ketika ada sesuatu yang hinggap di dalam pikiranku.
            apa ya?pikirku kebingungan
            Dan tak lama kemudian aku pun ingat.
astaga! Uang! Aku lupa membawa uang! Aduh, bagimana ini?gerutuku dalam hati.
            Aku pun mulai panik. Dan dengan perasaan yang resah, gelisah, dan gundah ku periksa kembali saku rok, baju, dan kantong tasku. Ternyata benar, tak sepeser uang pun yang ku temukan. Dan aku pun mulai berpikir.
apabila ku kembali kerumah dan mengambil uang, aku pasti akan terlambat. Dan aku sangat tidak mau itu terjadi. Tapi apabila aku melanjutkan lagkahku kedepan dengan tidak membawa uang sepeser pun, bagaiman dengan iuran kelompok yang harus ku lunasi?
            Tak jauh dari lokas tempat aku berdiri, sekitar 3 m tepat dihadapanku. Aku melihat ada selembar kertas. Dan aku pun menghampirinya. Kertas itu rupanya seperti uang berwarna merah muda dengan bertuliskan dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Esa, Bank Indonesia mengeluarkan uang sebagai alat pembayaran yang sah dengan nilai seratus ribu rupiah
            oh no!sontakku terkejut
            Dan tanpa berpikir panjang lagi, ku injak uang itu. Dan setelah keadaan di sekelilingku terlihat sepi, barulah ku bergegas mengambi uang yang sangat berharga itu mengingat pelitnya orang tua ku belakangan ini.
wah! Sepertinya hari ini adalah hari keberuntunganku.gumamku dalam hati.
            Dan dengan wajah yang berseri-seri, ku langkahkan kembali kakiku dengan penuh senyuman. Dan sesampainya di sekolah, tak lupa ku ceritakan keberuntunganku itu kepada salah satu temanku, Dina.
hah? Serius? Kamu menemukan uang itu dimana?terkejutnya ia setelah mendengar ceritaku itu.
aku menemukannya di jalan tak jauh dari toko bu Warni, Din!jelasku kepadanya.
ya ampun Dewi, seratus ribu itu kan bukan uang yang sedikit? katanya
maka dari itu aku namakan hari ini sebagai hari keberuntunganku. Kebetulan sekali, hari ini aku lupa membawa uang, Din! jawabku senang.
tapi Wi, seharusnya kamu jangan mengambil uang itu! Nanti kamu dosa lho!terus Dina menakut nakuti ku.
            loh? Memangnya mengapa Din? tanyaku heran
kamu tidak berhak mengambil uang itu. Karena uang itu bukan punyamu. Dan kamu tidak boleh mengambil sesuatu yang bukan milikmu. Bagaimana perasaanmu jika kamu menjadi si pemilik uang itu dan kamu mengetahui bahwa uangmu yang nominalnya lumayan besar itu pun hilang, sedangkan disisi lain kau sangat membutuhkannya? Sedih, bukan? nasehat Dina panjang lebar.
            kamu benar, Din. Aku pasti akan merasa sedih. L sadarku lirih.
ya sudah, sebaiknya kau pergi ke masjid. Lalu kau masukan saja uang itu kedalam kotak amal. Tak mungkin apabila kita cari pemilik uang itu. Karena kau temukan uang itu di tempat yang cukup ramai. Nah, setelah itu bergegaslah shalat duha dan berdoalah agar pemilik uang itu di berikan rezeki yang lebih saran Dina kepadaku.
tapi Din? Bagaimana dengan iuran kelompok kita yang harus ku bayar? pikirku kemudian
tenang saja, jangan terlalu kau pikirkan. Kau boleh membayarnya besok.
            oh terima kasih, Din!
            iya sama sama!
            Setelah Dina memberikan saran tersebut, dengan tidak membuang buang waktu lagi aku pun pergi ke masjid untuk memasukan selembar uang yang ku temukan kedalam kotak amal. Dan semenjak saat itu, aku sadar bahwa aku tidak boleh mengambil sesuatu yang bukan milikku. Karena aku tidak berhak, walaupun aku sangat membutuhkannya.

Pengarang :
Dewi Suharyanti

Terima Kasih




Senin, 10 Oktober 2011

" PUISI CINTA "

Apa kabar dunia? Kali ini saya akan posting salah satu puisi tentang cinta. Mudah mudahan puisi ini dapat memberika semangat dan inspirasi untuk anda semua. :D


Semoga Abadi

Tersenyumlah saat kau mengingatku, karena saat itu aku sangat merindukanmu.
Dan menangislah saat kau merindukanku, karena saat itu aku tak berada disampingmu.
Tetapi pejamkanlah mata indahmu itu, karena saat itu aku akan terasa ada didekatmu.
Karena aku telah berada dihatimu untuk selamanya.


Tak ada yang tersisa lagi untukku, selain kenangan kenangan yang indah bersamamu.
Mata indah yang dengannya aku biasa melihat keindahan cinta.
Mata indah yang dahulu adalah milikku.
Kini semuannya terasa jauh meninggalkanku.

Kehidupan terasa kosong tanpa keindahanmu.
Hati, cinta, dan rinduku adalah milikmu.
Cintamu takkan pernah membebaskanku, bagaimana mungkin  aku terbang mengejar cinta yang lain? Saat sayap sayapku telah patah karenamu.
Cintamu akan tetap tinggal bersamaku hingga akhir hayat dan setelah kematian hingga tangan tuhan menyatukan kita lagi.

Betapapun hati telah terpikat pada sosok terang dalam kegelapan yang tengah menghidupkan sinar hidupku.
Namun tak dapat menyinari dan menghangatkan perasaanku yang susuk ini.
Aku tidak pernah menemukan cinta yang lain, selain cintamu.
Karena mereka tak tertandingi oleh sosok dirimu dalam jiwaku.

Kau takkan pernah terganti. Bagai pecahan logam yang menggagalkan kesunyian, kesendirian, dan kesedihanku.



Selasa, 04 Oktober 2011

" TIPS MENGATUR UANG SAKU "

Kita lanjut pada pembelajaran yang tidak disengaja saya dapatkan di sekolah. :D

 Aduh, belum juga satu bulan, jatah uang saku untuk sebulan sudah habis. Ah, gara gara kemarin jalan-jalan dan tergiur barang diskonan sih. Akibatnya harus manyun tanpa uang jajan di akhir bulan. “

Ekhem, anda pernah menghadapi hal serupa? Sering? Wah, bisa gawat tuh. Itu tandanya anda belum bisa mengelola uang saku. Nah, jangan khawatir! Saya mempunyai tips agar keuangan anda aman. Tidak ada salahnya anda mencoba tips berikut :D

1.      Menghargai uang. Camkan pada diri anda bahwa orang tua bukanlah ATM berjalan. Perlu perjuangan dan waktu untuk mendapatkan uang.
2.      Buatlah rencana anggaran kebutuhan anda setiap bulan.
3.      Buat prioritas. Belanjakan uang saku menurut prioritasnya.
4.      Bedakan antara barang yang benar benar anda butuhkan untuk dibeli terlebih dahulu, dan mana barang barang yang sebetulnya hanya diinginkan.
5.      Camkan pada diri sendiri bahwa uang saku tidak selalu harus dihabiskan. Biasakan untuk menyisakan uang saku guna untuk di tabung.
6.      Teguhkan dalam hati anda dengan pepatah lama “ Hemat Pangkal Kaya “
7.      Tak harus pelit. Hemat tidak sama dengan pelit. Jika ada kawaan yang tengah kesulitan, jangan segan untuk membantu. Karena perbuatan itu adalah erbuatan yang mulia. Dan yakinlah bahwa Tuhan akan membalas semua perbuatan yang dilakukan dengan balasan yang setimpal.

SELAMAT MENCOBA! :D
Terima Kasih.


" TAHUKAH ANDA TENTANG SYAIR? "

Tak ada bosan bosannya berbagi pengetahuan, oleh karena itu untuk kali ini saya akan posting kembali atas hasil pembelajaran yang saya dapat di sekolah. Selamat mempelajari :D

Syair adalah salah satu jenis puisi lama. Ia bersal dari Persia (sekarang Iran) dan telah di bawa masuk ke Nusantara bersama-sama dengan kedatangan islam. Kata syair berasal dari bersal dari bahasa Arab syu’ur yang berarti perasaan. Kata syu’ur berkembang menjadi kata syi’ru yang berarti puisi dalam pengertian umum. Syair dalam kesusastraan Melayu merujuk pada pengertian puisi secara umum. Akan tetapi, dalam perkembangannya syair tersebut mengalami perubahan dan modifikasi sehingga menjdi khas Melayu, tidak lagi mengacu pad tradisi sastra syair di negeri Arab.
Penyair yang berperan besar dalam membentuk khas Melayu adalah Hamzah Fansuri dengan karyanya, antara lain : Syair Perahu, Syair Burung Pingai, Syair Dagang, dan Syair Sidang Fakir.
Menurut isinya, syair dapat dibagi menjdi lima golongan, sebagai berikut :
1.      Syair Panji
2.      Syair Romantis
3.      Syair Kiasan
4.      Sair Sejarah
5.      Syair Agama

Contoh syair :

“ SYAIR PERAHU “

Perteguh jua alat perahumu
Muaranya sempit tempatmu lalu
Banyaklah disana ikan dan hiu
Menanti perahumu lalu dari situ

Muaranya dalam, ikan pun banyak
Di sanalah perahu karam dan rusak
Karangnya tajam seperti tombak
Ke atas pasir kamu tersesak

Ketahui olehmu hai anak dagang
Riaknya rencam ombaknya karang
Ikan pun banyak datang menyarang
Hendak membawa ke tengah sawang

Muaranya itu terlalu sempit
Di manakan lalu sampan dan rakit
Jikalau ada pedoman dikapit
Sempurnalah jalan terlalu bai’id

Baiklah perahu engkau perteguh
Hasilkan pendapat dengan tali sauh
Anginya keras ombaknya cabuh
Pulaunya jauh tempat berlabuh
                                                                                                            Karya : Hamzah Fansuri
Terima kasih.